Cinta yang tak layak
kucoba melupakan bayangmu
tapi sulit hatiku lupakanmu
aku memang tak pantas untukmu
kau memang tak layak untuk kumiliki,.
Biarkan ku pergi tinggalkan bayangmu...
Agar kau temukan cinta yang lain..
Jangan katakan sayang padaku
karena cintamu bukan untukku,
biarlah derita ini kutanggung sendiri tanpa cinta
karena ku tahu aku seorang yang lemah di hadapanmu..
Senin, 28 September 2009
Kerinduanku
Kerinduanku
kutemui malam yang gelap,sunyi,tanpa suara...
Tiba-tiba..angin bertiup kencang
kilat menerawang malam
halilintar menggelegar dan hujanpun turun
saat ini pula aku ingat dirimu..
Kutatap air hujan dan berharap kau ada di sampingku...
Aku rindu senyummu
aku rindu belaianmu
dan aku rindu ciumanmu
angin....
Sampaikan rinduku pada seseorang yang jauh disana....
kutemui malam yang gelap,sunyi,tanpa suara...
Tiba-tiba..angin bertiup kencang
kilat menerawang malam
halilintar menggelegar dan hujanpun turun
saat ini pula aku ingat dirimu..
Kutatap air hujan dan berharap kau ada di sampingku...
Aku rindu senyummu
aku rindu belaianmu
dan aku rindu ciumanmu
angin....
Sampaikan rinduku pada seseorang yang jauh disana....
Kesendirianku
Kesendirian menyalahkanku padamu...
Manis manja yang kuberi kini tiada lagi...
Perhatianmu sekejap sirna..
Kau koyakkan hati ini..
Kau tusuk jiwaku dam kau campakkanku bagai bunga yang layu...sadarkah kau kini kuterluka??
Manis manja yang kuberi kini tiada lagi...
Perhatianmu sekejap sirna..
Kau koyakkan hati ini..
Kau tusuk jiwaku dam kau campakkanku bagai bunga yang layu...sadarkah kau kini kuterluka??
Kesendirianku
Kesendirian menyalahkanku padamu...
Manis manja yang kuberi kini tiada lagi...
Perhatianmu sekejap sirna..
Kau koyakkan hati ini..
Kau tusuk jiwaku dam kau campakkanku bagai bunga yang layu...sadarkah kau kini kuterluka??
Manis manja yang kuberi kini tiada lagi...
Perhatianmu sekejap sirna..
Kau koyakkan hati ini..
Kau tusuk jiwaku dam kau campakkanku bagai bunga yang layu...sadarkah kau kini kuterluka??
Minggu, 27 September 2009
Jumat, 18 September 2009
SMS Ucapan Lebaran Teman

SMS Ucapan Lebaran Teman
Sms Ucapan Selamat Lebaran pastinya sangat dinantikan bagi para muslim baik yang merayakan ibadah puasa maupun bagi yang sekedar ingin mengucapkan selamat hari lebaran. 30 hari kita berpuasa menuju Hari yang fitri penuh dengan kemenangan. Indahnya saling memaafkan dengan sms lucu ucapan lebaran
Dengan ini Rani dari Selebritimu.Com juga Ingin mengucapkan selamat hari raya idul fitri bagi umat muslim yang merayakan, Jika ada kelebihan duit yang terkirim, mohon diikhlaskan :p
Berikut ini adalah sms ucapan yang cocok untuk referensi dalam perayaan lebaran idul fitri ini. Semoga berguna!
- Sms Ucapan Selamat LebaranUntuk sobat dekat
Aku sadar memang bukan teman yang sempurna untuk kamu.
Kesalahan dan kekhilafan. Selalu saja ada diantara kita.
Terutama aku yang sering ngerepotin kamu.
Met puasa dan Maafkan Lahir Batin.
eLu MeMaNg SoBaT gUe YaNg TeRbAiK
sAmPaI tErKaDaNg GaK kErAsA sEenAkNyA
gUe NgAtAiN lUe n NgEjEkIn Lu SeMaUnYa
MaAfiN gUe BuKaN mAksUd NgErEnDaHiN
jUsTrU kArEnA lUe AdAlAh SePeRtI
bAgIaN dArI dIrI gUe
MeT pUaSa Ya!
SMS Ucapan Lebaran Mesjid
SMS Ucapan Lebaran Mesjid
- Sms Ucapan Selamat Lebaran Untuk orang tua/ayah/ibu
Ayah dan Ibu sudah menukar seluruh jiwa
semata untuk kebahagian aku
Dan sampai saat ini belum tentu aku bisa
mengganti dengan kebahagian untuk Ayah dan Ibu berdua.
Selamat Beribadah Puasa, Ayah, Ibu
Mohon maaf lahir dan bathin.
Ananda, Irwan di Jogja.
- Sms Ucapan Selamat Lebaran Untuk orang tua/ayah/ibu dalam Bahasa Sunda
Wilujeng Sasih Siam
Kanggo Apa, Mamah sareng Kulawargi di Bumi.
Neda sih hapunten samudaya kalepatan
nu dihaja sinareng henteu.
Mugia ibadahna salawasna aya dina kamulyaan.
Ti Deden, eNeng sareng Anggun di Jogja.
- Sms Ucapan Selamat Lebaran Untuk kenalan kantor/relasi/teman jauh/tetangga
Satu tahun tidak terasa
Ramadhan telah kembali kengunjungi kita
Semoga yang dilalui dan dilakukan
Menjadikan kebaikan di bulan suci ini
Marhaban yaa Ramadhan
Mohon Maaf Lahir dan Bathin
Irwan & Keluarga
- Untuk bos/atasan/ atau seseorang yang disegani
Matahari berdzikir, angin bertasbih dan pepohonan memuji keagungan-Mu.
Semua menyambut datangnya Seribu Bulan.
Selamat datang Ramadhan, Selamat beribadah puasa.
Mohon Maaf Lahir dan Bathin.
Irwan sekeluarga, Jogjakarta.
SMS Ucapan Lebaran Pacar
SMS Ucapan Lebaran Pacar
- Sms Ucapan Selamat Lebaran Untuk pacar :)
Semua yang kulakukan adalah untuk kebahagianmu.
Segalanya adalah untukmu.
Hanya saja aku bukan lelaki yang sempurna
selalu saja ada kata dan kesalahan
yang mungkin bisa menyakiti hatimu.
Selamat berpuasa sayang, terimalah maafku.
Bersama 1000 cinta, Aa.
Mungkin baru 90 hari kita berpacaran
namun tidak lebih banyak aku bisa
membuat kamu ceria dan bahagia.
Beri aku lebih banyak hari, bulan, bahkan tahun,
untuk dapat lebih membahagiakanmu.
Bersama bulan suci ini, kita rajut kembali
benang-benang pengertian diantara kita.
Aa, lahir dan bathin.
Maaf kalo selama ini aku suka bikin kamu kesal.
Jujur juga, memang aku gak gampang ngertiin kamu.
Tapi aku 100% cinta kamu.
Met Puasa, maafkan aku lahir dan batin ya.
I Love U.
- Sms Ucapan Selamat Lebaran Untuk istri
Ayah menyadari sepenuhnya masih banyak
mimpi kita yang belum bisa diwujudkan.
Ramadhan tahun ini semoga kembali
menghadirkan kebahagiaan ke rumah kita.
Selamat beribadah puasa ya Bu,
jangan bosan bangunkan tidur ayah saat sahur.
Mohon maaf lahir dan bathin.
1000 Kisses, Ayah.
- Sms Ucapan Selamat Lebaran Untuk siapa saja
Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi.
Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa.
Hidup ini terasa indah jika ada maaf.
Taqabalallahu Minna Waminkum…
Pergilah keluh, ku tak mau berteman dengamu
Silahkan kesah, kau bukan takdirku
Mujahadah adalah temanku, dakwah adalah nafasku,
dan Allah adalah kasihku.
Maafkan segala kesalahan.
Rabu, 02 September 2009
mengapa mayoritas cewek suka warna pink

Warna merah muda alias pink, identik dengan anak perempuan. Jika ada bayi perempuan lahir, maka semua asesorinya diberi warna pink. Kalau lelaki, maka warnanya biru. Andai ada lelaki pakai baju pink, maka akan diledek, “Uh, kayak cewek lu!”. Mengapa pink identik dengan cewek? Ilmuwan asal University of Newcastle dalam jurnal Current Biology memaparkan sebab musabab ilmiahnya.
Dipimpin oleh Dr Anya Hurlbert, tim ini melakukan ujicoba pada 200 lelaki dan perempuan berusia 20-an. Mayoritas perempuannya menjawab bahwa mereka suka warna paduan biru dan merah, tapi benci warna hijau dan kuning. Mereka terdiri dari dua jenis ras berbeda, Inggris dan China. Ternyata selera warna tidak dipengaruhi oleh budaya etnis, melainkan faktor biologi.
Buah Matang
“Evolusi menyebabkan perempuan menyukai warna kemerahan. Mereka cenderung memilih buah warna merah, wajah kemerahan. Budaya juga memberi andil di dalamnya,” ujar Dr Hurlbert. Bisa jadi ini akibat peran kaum perempuan sejak dulu adalah memilih bahan pangan untuk keluarga. Kebiasaan turun temurun untuk mencari buah matang yang identik dengan warna merah, menyebabkan sampai saat ini “anak cucu” Hawa itu meyukai warna merah atau kemerahan.
Sedangkan lelaki cenderung suka warna biru sebab memang tugas mereka sejak lama adalah mencari sumber air bagi keluarga atau sukunya. Warna biru identik dengan sumber air yang baik, bisa dikonsumsi. Mereka juga menganggap bahwa langit biru cerah adalah pertanda cuaca yang bagus untuk berburu.
Studi ini memicu Yazhu Ling, rekan Hulbert, untuk mengadakan riset lanjutan. Ia akan melakukan studi pada anak-anak dan menginvestigasi hubungan antara pilihan warna dan tingkat depresi mereka.
jangan berhenti mencintaiku

Adis mulai paham pada sikapnya sendiri. Malam itu dia bicara bohong pada Tiara. Dia bohong saat bilang lupa pada apa yang namanya sakit hati. Nyatanya? Hatinya sangat sakit.
“Kamu diam terus kenapa, sih?!” gerutu Adis kesal.
“Ra!” wajah itu mendongak refleks menyiratkan semu pias. Tak enak hati atas omongannya yang sempat meninggi. Adis terang saja heran dengan sikap jutek Tiara akhir-akhir ini. Entah kenapa
dengan gadis itu. Sepertinya akhir-akhir ini Tiara sengaja menjauhinya. Sementara itu, Tiara masih dalam kebisuannya.
“Harusnya kamu mengerti, Dis. Aku sudah berkali-kali bilang….”
Adis mulai paham arah pembicaraan Tiara. Seharusnya gadis itu paham akan keadaan dirinya. Adis sudah berkali-kali bilang pada
Tiara, ia akan tetap pada jalannya sendiri. Karena, sejak pertama kali mereka bersama, dia memang sudah seperti itu adanya. Ia tak ingin seorang pun mengubah keadaan dirinya, terlebih Tiara.
“Adis! Sebentar lagi ujian akhir. Kamu butuh belajar agar bisa
masuk universitas yang kamu inginkan. Kalau kamu terus seperti
itu, lebih baik kita akhiri hubungan ini sampai di sini!” getir Tiara dalam ucapannya. Adis terdiam, membuat Tiara jadi tak enak hati.
“Maaf, Dis, aku tidak bermaksud membuatmu sakit hati,” ucap Tiara penuh rasa sesal.
“Sudah lama aku lupa sama yang namanya sakit hati. Sudah terlalu kenyang dengan kata itu hingga aku tak bisa merasakannya lagi.
Kejadian pahit manis yang kulalui hanya sebuah lelucon yang lewat begitu saja bagiku,” ucap Adis datar. Ada kecewa menyelimuti hati
Tiara. Cowok itu tak berusaha mempertahankan jalinan cinta mereka. Apakah itu berarti hati Adis memang sudah tertutup untuk rasa itu?
“Realistis dong, Ra! Adis itu sudah banyak membuat masalah. Apa sih yang kamu dapat dari dia selama ini? Cowok trouble maker begitu kamu cintai. Walaupun cinta itu nggak memilih tempat bila sudah jatuh, tetap saja logika mesti jalan!” kembali Tiara mengingat ucapan Naily beberapa waktu lalu. Saat itu Tiara mengeluh, ketika Adis mulai tak memperhatikannya. Apa yang dikatakan Naily memang benar adanya. Adis itu cowok
bermasalah. Tapi entah kenapa Tiara masih saja mencintainya.
Apakah karena belas kasihan? Rasanya tidak! Tiara yakin akan perasaannya, perasaannya pada Adis sama sekali bukan belas kasihan karena kegetiran hidup yang dilalui cowok itu. Sama
sekali bukan! Perasaan itu murni sebuah cinta! Tapi apakah ia salah melabuhkan cintanya pada sosok Adis?
Walaupun dari awal Tiara tahu Adis itu pecandu drugs, ia tidak
mampu menolak saat cowok itu menyatakan cintanya. Karena pada saat itu Tiara yakin, dengan ketulusan yang diberikannya, suatu
saat nanti Adis pasti bisa menghilangkan kebiasaan buruknya. Tapi nyatanya tidak! Apalagi setelah perceraian kedua orangtuanya,
Adis semakin terpuruk dalam dunia gelapnya. Drugs, kebut-kebutan, dan ikut balapan liar. Apa lagi yang bisa diharapkan dari cowok itu?
Kemelut yang ditularkan Adis telah menyeretnya pada pusaran galau yang tak menemukan tepi. Cowok yang telah memberinya beribu
kerumitan pada rasa dan pikiran. Kegalauan semakin mengikuti setiap langkah Tiara ke mana saja. Sepertinya tak ada lorong dan
celah untuk bisa membuatnya bernafas lega dan sejenak melupakan beban dan problema.
Malam itu, kantuk sepertinya menjauh dari mata Tiara. Sudah dicobanya untuk memejamkan mata, tapi bayangan Adis selalu melintas di pikirannya. Kalau dipikir-pikir, cinta itu membuat orang jadi tolol. Kalau jeratnya sudah terlalu dalam menyeret,
akal sehat terlupakan begitu saja. Sudah tahu bermasalah, tetap saja dijalani.
Pagi itu tanpa sengaja Tiara berpapasan dengan Adis. Cowok itu terlihat begitu kusut, tapi itu tetap tak mampu memudarkan pesonanya. Tiara menangkap ada sinar rindu di dalam mata Adis.
Tapi entahlah, mungkin itu hanya perasaan Tiara. Buktinya?
Adis sedikit pun tidak menyapanya.
Bahkan sekedar berujar ”hai” pun tidak ia lakukan. Hati Tiara benar-benar teriris dan itu begitu
pedih! Tak ada lagi cinta di hati Adis untuk dirinya. Secepat itukah Adis melupakan dirinya?
“Ra!” sebuah tepukan halus di pundaknya membuat Tiara tersadar dari kantuk yang tiba-tiba menyerangnya.
“Pulanglah dulu untuk istirahat. Kau terlihat lelah sekali,” pandangan wanita setengah baya itu penuh rasa kasih. Dielusnya rambut Tiara seakan pada anak kandungnya sendiri.
“Tidak apa-apa, Tante. Besok kan hari Minggu,” Tiara mencoba memberikan alasan. Kelelahan juga nampak pada wanita setengah baya yang tak lain adalah mama Adis. Ada penyesalan dalam
hatinya. Wanita setengah baya itu memang salah terlalu memanjakan Adis, hingga kini jiwanya rapuh. Adis tak mampu menghadapi sebuah masalah yang terlalu berat baginya.
Mata Tiara tak lepas menatap mama Adis. Gurat di wajahnya menampakkan kelelahan yang amat sangat. Hingga seakan wajahnya
terlihat lebih tua dari umur yang sebenarnya. Ketika titik air terlihat membasahi pipi mama Adis, Tiara mendekat dan meraih tangan wanita setengah baya itu dalam genggaman tangannya.
Berharap mampu meredam kegalauan yang melanda hati seorang ibu yang kini resah sebab putranya terbaring tak berdaya karena koma.Dua hari yang lalu Adis mengalami kecelakaan saat mengikuti
balapan liar. Di bawah pengaruh drugs, cowok itu memacu sepeda motornya dengan kecepatan tinggi.
“Keluarga Adis?” seorang dokter berdiri tegak di hadapan mereka.
“Adis sudah sadar. Tapi keadaannya masih lemah,” dokter memberi keterangan.
Tanpa menunggu lebih lama, mama Adis dan Tiara segera masuk di Ruang ICU. Saat tiba di ruangan, terlihat cowok itu begitu pucat dengan selang infus di tangan dan di hidungnya, juga alat
pendeteksi jantung di sebelah kirinya. Mata Adis terlihat begitu kuyu tapi ia masih mencoba melemparkan senyum. Tatapan matanya mengharap agar Tiara mau mendekat. Mama Adis, yang mengerti keadaan, segera meninggalkan mereka berdua.
“Apa kabar, Ra?” Adis memecah keheningan di antara mereka berdua.
Terlihat Adis menahan sakit yang dideritanya. Ada rasa tak tega di hati Tiara melihat keadaan cowok itu. Bagaimanapun keadaannya, mereka pernah bersama menjalin kisah yang manis walau hanya sesaat. Dengan segenap kekuatan yang ada padanya Adis mencoba meraih tangan Tiara. Tiara pun meraih tangan lemah itu dalam genggaman tangannya. Adis mulai paham pada sikapnya sendiri. Malam itu dia bicara bohong pada Tiara. Dia bohong saat bilang lupa pada apa yang
namanya sakit hati. Nyatanya? Hatinya sangat sakit, saat Tiara memutuskan hubungan mereka berdua. Ternyata dirinya begitu mencintai Tiara dan tidak mampu menghapus bayang gadis sederhana itu dalam benaknya. Pandangan mata Adis terlihat begitu kelabu membuat perasaan Tiara tersentuh.
“Aku mohon, Ra, jangan pernah berhenti untuk mencintaiku!” ada
kesungguhan di mata Adis saat mengatakan asa itu. Dan bagi Tiara
itu sudah lebih dari cukup untuk mengatakan bahwa ia memang tak pernah berhenti mencintai Adis.
Tiara membuka matanya saat dirasakannya ada tangan yang membelai lembut rambutnya. Dilihatnya masih dengan wajah yang begitu pucat
Adis mencoba tersenyum.
“Kata Mama, sejak kemarin kamu belum istirahat. Pulanglah dan tidur, kau terlihat jelek!” Adis mencoba bercanda, membuat Tiara tertawa kecil.
Dilihatnya mama Adis masih tidur di sofa yang berada di sudut ruangan. Tiara kembali menatap Adis.
“Aku sudah tidak apa-apa, pulanglah! Tapi harus janji, nanti ke sini lagi!” Adis merajuk.
Tiara memang merasakan penat di tubuhnya, bahkan pikirannya. Tapi rasanya semua itu tak sebanding dengan senyum Adis. Tiara tahu,
ada penyesalan di hati Adis atas apa yang telah terjadi. Ia juga berjanji akan sungguh-sungguh belajar untuk ujian terakhir nanti.
Tiara selalu yakin, jika ada kemauan, pasti akan ada 1001 jalan. Dan 1001 jalan itu telah terbuka untuk Adis. Betapa bahagia dirinya andai saja Adis benar-benar menepati janjinya untuk berubah. Rasanya tak sabar untuk menanti saat itu tiba. Mata belum sempat terpejam saat entah mengapa tiba-tiba saja Tiara mendengar bisikan Adis di telinganya.
“Ra, jangan pernah berhenti mencintaiku!”
“Ra!” teriakan Mama membuat Tiara terjaga. Dengan malas,
ia melangkah membuka pintu kamar. Ada yang tak menentu di hati Tiara saat dilihatnya Mama masih memegang telepon dengan wajah pucat dan mata berkaca-kaca.
“Adis… dia telah pergi sepuluh menit yang lalu,” ucap Mama tebata-bata.
Tiara masih terpaku di tempatnya. Rasanya baru satu jam yang lalu dia menggenggam jemari Adis dalam genggaman tangannya, menatap senyum manisnya. Melihat kesungguhan di mata elangnya bahwa janji untuk berubah dan meninggalkan drugs akan ditepatinya. Dan Tiara menanti saat itu tiba. Tapi nyatanya? Tuhan Mahakuasa.
“Ra, jangan pernah berhenti mencintaiku,” hanya itu kata -kata terakhir Adis yang kini terngiang di teliganya.
“Ra!” Mama segera menyongsong tubuh Tiara dalam pelukannya.
Langganan:
Postingan (Atom)





